Bubur cendil atau biji salak adalah salah satu makanan traditional indonesia. But my fav adalah resep simple buatan ameh ( saudara perempuan abah / ayah dalam bahasa arab )
Dulu sebelum nikah aku sering banget minta bikinin sama ameh si bubur cendil ini. Rasanya sederhana tapi enaaaaaaaaaaak !! Terus enyel2 gitu kaya mochi. Setelah berumah tangga, aku sama ameh sudah ga tinggal bareng lagi, dan ameh di bogor. Jadi kadang suka kangen masakan-masakan ameh. Ditambah cuaca sawangan yang literally berasa kaya dipuncak, hujan all day long dan dingin banget , and i was thingking " enak kali yah, ujan-ujan sambil nonton tv terus makan cendil sambil selimutan "
Tapi jangan sedih, semua resep masakan kesukaan aku sudah tak catat di buku semua. So, some how kangen masakan ameh. And i'll make it.
So here it is receipt nya
Bahan :
- Tepung Ketan ( Rose Brands )
- Air
- Sedikit Garam
- Santan ( Kara )
- Daun Pandan
- Gula Merah
Cara membuat :
Langkah Pertama
Sisir gula merah sampai halus agar mudah dilarutkan, masukan ke panci, tambahkan air secukupnya, sedikit garam dan daun pandan. Panaskan di api kecil.
Langkah Kedua
Uleni tepung ketan yang ditambah sedikit air dan sedikit garam sampai kalis dan mudah dibentuk, bentuk bulat-bulat kecil adonan ini
Ketika air rebusan gula sudah mendidih. Masukan bulatan adonan ke air rebusan. Masak hingga semua adonan mengambang. Sesaat sebelum anda mematikan api. Larutan tepung ketan dengan sedikiy air dan masukan ke air rebusan gula sampak aga mengental, dan sesuai dengan kekentalan yang anda inginkan.
Langkah Ketiga
Masak santan kara yang diberi sedikit air dan daun pandan sampai mendidih dan jangan lupa untuk terus diaduk agar santan tidak pecah.
Cara Penyajian :
Tuang bubur candil ke dalam mangkok dan siram dengan santan. Voila! Bubur candil siap dinikmati
Comments
Post a Comment